Review JBL Soundgear Sense, Praktis dan Fleksibel Digunakan | Retorikaku

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

JBL Soundgear Sense (1)

Review JBL Soundgear Sense

  • Rating

Kesimpulan

JBL Soundgear Sense membawa kreasi open-ear nan elastis untuk digunakan di mana saja dengan daya tahan baterai seharian

Yang Disukai

  • Praktis digunakan
  • Desain open-air nan pas
  • Profil bunyi lebih netral
  • Kustomisasi Equalizer mumpuni
  • Sudah IP54

Yang Tidak Disukai

  • Bisa bikin daun telinga nyeri
  • Casing nan tergolong besar

JBL sebagai salah satu kreator perangkat audio ternama telah menghadirkan JBL Soundgear Sense nan menyasar para Anda nan mau selalu fleksibel

JBL Soundgear Sense merupakan True Wireless Stereo nan mengusung kreasi open-ear agar dapat memberikan kenyamanan lebih walaupun digunakan dalam waktu nan lama.

Saat ini JBL Soundgear Sense sudah tersedia di Indonesia seharga Rp2.639.000 melalui laman web resmi JBL maupun e-commerce dengan pilihan warna putih dan hitam.

Daftar Konten

  • Desain
  • Audio
  • Software
  • Baterai
  • Kesimpulan

Desain

Tampilan Luar

Untuk jenis nan diuji, JBL Soundgear Sense tampil dengan bebatan warna hitam matte nan membuatnya tampak minimalis dan tidak terlalu menonjol. Pada bagian atas case terdapat logo JBL nan diembos serta tulisan Soundgear Sense di bagian belakang nan mana juga berwarna hitam namun dengan tekstur glossy.

Selain itu di bagian belakangnya juga terdapat port USB-C untuk kebutuhan pengisian daya dari case. Untuk mengetahui kondisi baterai maupun proses pengisian daya, terdapat lampu LED berwarna putih di bagian depan nan bakal menyala ketika port USB-C terhubung maupun case dibuka.

JBL Soundgear Sense (2)

Secara keseluruhan tidak terlalu banyak pernak pernik nan menghiasi casing. Bodi case tergolong lebar dibandingkan kompetitor, namun sedikit pipih sehingga membuatnya tetap mudah untuk dimasukkan ke dalam saku celana. Bobotnya pun hanya 69,5 gram nan mana tetap cukup ringan.

Selain ada kabel USB-A ke USB-C, dalam paket penjualan juga terdapat neckband nan bisa dipasang pada kedua earpiece JBL Soundgear Sense untuk keamanan lebih. Namun neckband ini terasa sedikit primitif lantaran seperti plastik kaku dan susah untuk memasangkan earpiece.

JBL Soundgear Sense (4)

Untuk kedua earpiece sendiri membawa style kreasi nan serasi dengan case lewat bebatan warna hitam matte. Di samping logo JBL terdapat lampu parameter berwarna biru di kedua earpiece nan berfaedah untuk mengetahui status hubungan maupun pairing.

Tidak ada tombol bentuk di kedua earpiece dikarenakan JBL memberikan support sentuhan pada kedua earpiece. Dengan melakukan aktivitas sentuhan tertentu, perintah maupun navigasi dapat diberikan.

JBL Soundgear Sense (5)

Kedua earpiece juga mempunyai pengait di bagian atas nan bisa sedikit posisinya untuk menyesuaikan dengan corak telinga dan tingkat kerapatannya menempel. Pengait tersebut dapat di maju-mundurkan maupun dibuka ke samping.

Sementara pada bagian dalam earpiece bakal terlihat speaker nan ditandai R dan L sebagai parameter posisi pemakaian maupun saat ditempatkan dalam case. Selain itu juga ada dua buah pin di setiap earpiece untuk mengisi daya di dalam case.

Kenyamanan dan Durabilitas

JBL Soundgear Sense seperti nan sudah disebutkan sebelumnya membawa kreasi open-ear nan mana berfaedah earpiece hanya bakal menempel di telinga saja. Pada bagian atasnya terdapat pengait ke daun telinga nan dapat diatur posisinya.

Dengan begitu, earpiece dapat menempel dengan baik dan tidak mudah berubah posisi sehingga spaker selalu mengarah ke telinga. Sebagai pengguna nan kurang menyukai kreasi in-ear, JBL Soundgear Sense menjadi angin segar di segmen TWS.

Pasanya ke kebanyakan TWS nan tersedia saat ini di pasar Indonesia mengusung kreasi in-ear nan mana terasa lebih intrusif. Hanya saja memang JBL Soundgear Sense betul-betul terasa menggantung di telinga, berbeda dengan TWS in-ear nan biasanya bisa sangat ringan hingga tidak terasa.

JBL Soundgear Sense (6)

Pengaitnya juga memang membikin earpiece dapat terpasang dengan baik apalagi ketika aktif bergerak sekalipun sehingga tidak cemas bakal terlepas alias jatuh. Namun bagian atas daun telinga bisa menjadi terasa sedikit nyeri setelah dikenakan dalam waktu lama akibat terjepit antara pengait dan earpiece.

Hal ini terjadi ketika saya mendengarkan musik dengan JBL Soundgear Sense selama 6 jam secara terus menerus untuk pengetesan baterai. Akan tetapi saat digunakan normal antara 2-3 jam saja, tidak ada terasa nyeri alias apapun. Hal ini bakal berbeda untuk setiap orang, namun menurut saya JBL Soundgear Sense lebih nyaman dibanding TWS in-ear lantaran telinga tetap mendapatkan udara segar.

Soal ketahanan, material bodinya nan bermaterial plastik terasa cukup kokoh dan tidak terasa murahan sama sekali baik itu pada charging case maupun earpiece. Ditambah lagi ada rating IP54 nan mana tahan terhadap percikan air dan debu sehingga bisa digunakan untuk olah raga,

Pengalaman Audio

Kualitas Suara

JBL Soundgear Sense mengandalkan driver berkuran 16.2mm pada kedua earpiece nan mempunyai keahlian rentang bergerak respon gelombang antara 20 Hz – 20 kHz. Dengan kreasi nan open-ear, TWS ini menghadirkan profil bunyi nan condong netral.

Walaupun begitu bunyi Bass tetap tetap dominan sehingga terdengar mendetak untuk musik-musik jenis EDM dan sejenisnya. Namun tentunya tidak sekuat TWS in-ear lantaran udara tidak terisolasi nan mana membuatnya jadi menghadirkan bunyi nan lebih seimbang.

JBL Soundgear Sense (3)

Suara dari lingkungan sekitar pun bakal terdengar, tapi selama pengetesan tidak terlalu mengganggu lantunan lagu. Pasalnya teknologi OpenSound nan dibenamkan perlu diakui membikin bunyi betul-betul terarah ke lubang telinga.

Dengan begitu JBL Soundgear Sense tidak hanya seperti speaker nan didekatkan ke telinga saja melainkan memang terdengar seperti TWS dengan bunyi nan terfokus. Bahkan menariknya nyaris tidak ada bunyi bocor keluar, selain volume diatur ke tingkat tinggi alias maksimal.

Konektivitas dan Mikrofon

Selain itu JBL soundgear Sense juga menggunakan Bluetooth 5.3 nan punya latensi rendah dan kualitas hubungan nan baik sehingga tidak ada gangguan audio nan terjadi seperti terputus-putus alias sejenisnya.

Berkat adanya empat mikrofon, JBL Soundgear Sense bisa menangkap bunyi dengan baik sehingga panggilan telepon dapat terdengar dengan cukup jelas. Memang untuk kualitasnya bukan nan terbaik, namun sudah mencukupi untuk panggilan telepon dalam keseharian.

Software

Aplikasi My JBL

Proses pairing untuk JBL Soundgear Sense terbilang sangat mudah sekali lantaran langsung terdeteksi oleh PC maupun ponsel saat membuka case. Tinggal menekan tombol konfirmasi nan muncul untuk pairing dan secara otomatis earpiece langsung bisa digunakan.

Namun untuk ponsel sebaiknya juga mengunduh aplikasi My JBL untuk mendapatkan fitur dan pengaturan nan lebih lengkap. Begitu juga untuk pembaruan firmware dari JBL Soundgear Sense bisa dilakukan melalui aplikasi ini.

JBL Soundgear Sense Pairing

Jika proses pairing otomatis tidak muncul, maka bisa memilih secara manual JBL Soundgear Sense dari daftar perangkat nan ada di aplikasi My JBL. Setelah itu, pada bagian Home bakal muncul JBL Soundgear Sense nan mana bisa diketuk untuk memunculkan pengaturan nan ada.

Seluruh pengaturan sudah terpampang di bagian dengan info nan jelas sehingga memudahkan akses tanpa perlu masuk ke banyak menu. Bisa dikatakan baik proses pairing hingga penggunaan aplikasi My JBL tergolong praktis dan mudah.

Fitur dan Opsi Pengaturan

Pada aplikasi My JBL tersedia beragam pengaturan nan bisa digunakan untuk membikin penggunaan lebih praktis dan optimal. Salah satunya fitur gesture untuk setiap earpiece baik kiri dan kanan dapat diatur untuk kegunaan nan berbeda.

Misalnya 1x ketuk di earpiece kanan untuk play/pause, namun 1x ketuk di earpiece kiri untuk meningkatkan volume. Gesture nan didukung meliputi 1x ketuk, 2x ketuk, 3x ketuk, serta tahan nan mana seluruhnya dapat diatur.

JBL Soundgear Sense Fitur Gesture

Selain gesture, terdapat juga opsi Equalizer nan dapat dipilih pada aplikasi My JBL untuk menyesuaikan dengan aliran musik dan konten nan didengarkan hingga membatasi maksimal volume untuk menjaga pendengaran.

Selain itu ada fitur Smart Audio dan Video nan dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman. Tak ketinggalan fitur Find My Buds juga tersedia untuk membantu ketika earpiece lenyap alias lupa disimpan di mana.

JBL Soundgear Sense Equalizer

Sayangnya tidak ada fitur play/pause otomatis ketika dilepas lantaran tidak ada sensor proximity di JBL Soundgear Sense. Akan tetap tersedia fitur Auto Power Off nan bakal mematikan earpiece ketika tidak digunakan dalam waktu tertentu.

Menariknya lagi JBL Soundgear Sense mempunyai fitur Dual Connect nan memungkinkan earpiece berfaedah secara terpisah. Namun rasanya fitur ini malah membikin saya sedikit merasa bingung lantaran jadi tidak tersinkron.

Daya Tahan Baterai

JBL menyatakan bahwa TWS ini secara total dapat digunakan hingga 24 jam, termasuk dengan daya dari case. Selama pengujian, saya bisa menggunakannya untuk mendengarkan musik LoFi, nonton YouTube, dan bermain game selama sekitar 7 jam 3 menit hingga akhirnya baterai tersisa 6% dan 7% untuk earpiece kiri dan kanan secara berurutan.

Volume diatur pada kisaran antara 30% hingga 50% tergantung dari jenis konten nan didengarkan. Daya tahannya saat pengetesan sedikit lebih tinggi dibandingkan klaim JBL nan mana disebut selama 6 jam. Namun tentunya hasil bakal berbeda-beda tergantung dari tingkat volume maupun jenis konten nan didengarkan.

JBL Soundgear Sense (7)

Sementara saat disimpan pada case untuk diisi dayanya menghabiskan sekitar 25% agar kembali penuh lagi. Berarti setidaknya JBL Soundgear Sense dimungkinkan untuk diisi ulang dayanya pada case sebanyak empat kali.

Untuk pengisian daya case sendiri hanya melalui port USB-C nan ada di belakang saja. Tidak ada support Wireless Charging untuk pengisian daya secara nirkabel.

Cocok Untuk Siapa?

JBL Soundgear Sense merupakan opsi menarik buat Anda nan mencari perangkat TWS pengganti selain in-ear. Desain nan dihadirkannya cukup nyaman dan elastis untuk digunakan dalam beraktivitas tanpa memberikan hambatan.

Memang dari tampilan luar tidak terlalu menarik perhatian, namun kesan minimalis nan diberikan membuatnya serasi dengan beragam gaya. Soal kualitas audio, JBL Soundgear Sense dengan kreasi open-ear sukses memberikan pengalaman audio nan baik dengan kualitas bunyi lebih netral.

Walaupun ada fitur TWS pada umumnya nan tidakhadir di JBL Soundgear Sense, namun secara keseluruhan tidak terlalu berpengaruh dalam penggunaan sehari-hari. Dengan daya tahan baterai nan cukup lama, JBL Soundgear Sense rasanya cocok bagi Anda nan tidak mau ribet, suka praktis, dan elastis sembari tetap mendapatkan pengalaman audio nan mumpuni.

Tentang penulis

Fauzi Rasyad

Editor nan telah berkecimpung sebagai penulis seputar teknologi sejak tahun 2015. Dunia komputer hingga smartphone sudah cukup lama dia geluti lantaran memang tertarik memandang perkembangan teknologi nan semakin canggih dari tahun ke tahun.

Selengkapnya
Sumber gadget trending
gadget trending