Bitcoin Turun ke US$28.800, Apa Yang Terjadi? | Retorikaku

Sedang Trending 10 bulan yang lalu

Bitcoin terlihat kembali turun ke bawah $30,000 apalagi mencapai $28,000 setelah adanya kekhawatiran di pasar bahwa inflasi di seluruh bumi tetap bakal meningkat. 

Setelah sebelumnya kebanyakan pasar finansial telah ditenangkan Amerika dengan nomor inflasi nan turun, saat ini kekhawatiran inflasi kembali naik setelah adanya info publikasi oleh Inggris. 

Bitcoin Turun Bersama Kekhawatiran Inflasi

Pada Rabu, 19 April 2023, Inggris mempublikasi info bahwa inflasi negaranya mengalami inflasi mencapai 10,1% per tahun dari sebelumnya 10,4%.

Publikasi Data Inflasi dari DailyFX

Data ini semestinya menjadi perihal nan positif, namun sayangnya nomor 10,1% tetap dianggap tinggi dan tidak sebagus penurunan nan terjadi di Amerika.

Sebelumnya kebanyakan ahli ekonomi memprediksi bahwa penurunan inflasi Inggris bakal mencapai 9,8%, jadi terdapat perbedaan nan signifikan antara 10,1% dengan 9,8%. 

Kondisi ini membikin kekhawatiran bahwa inflasi nan tinggi tetap menjadi sebuah persoalan nan belum selesai dan banyak pelaku pasar finansial cemas bahwa inflasi tiggi di Inggris juga tetap bakal terjadi di negara lain. 

Kekhawatiran ini juga kemudian mempengaruhi kepercayaan terhadap Amerika nan tetap terlibat perekonomiannya dengan Inggris lantaran tetap dalam satu koalisi perekonomian barat. 

Oleh lantaran itu, saat ini banyak nan cemas bahwa dengan kondisi Amerika nan juga sedang bermasalah, inflasi Amerika bakal naik kembali nan menjadi perihal jelek bagi daya beli konsumen, alias suku kembang referensi Amerika dan Inggris bakal naik drastis nan juga bakal memperburuk perputaran duit dalam perekonomian sehingga menghalang pertumbuhan. 

Ketidakpastian ini membikin banyak penanammodal kembali menarik dananya dari pasar finansial dari aset berisiko dan aset pengaman lantaran semua aset terlihat mengalami penurunan selain mata uang, nan terlihat turun stabil.

Hal ini menandakan bahwa kebanyakan penanammodal sedang menjual aset dan menarik biaya untuk menyimpan duit kas negaranya masing-masing, menjadi pertanda jelek bagi kepercayaan terhadap perekonomian global. 

Bersama kondisi ini, Bitcoin turun nyaris 6% hanya dalam satu hari, berbareng dengan emas nan turun nyaris 2% dalam satu hari. 

Data Perpindahan Bitcoin dari Lookonchain

Kabar jelek perekonomian dan koreksi Bitcoin juga diperburuk dengan adanya info perpindahan Bitcoin dari wallet tua nan telah tak bersuara selama 9,3 Tahun dan secara mendadak memindahkan 2.071,5 BTC senilai 60,7 Juta Dolar Amerika. 

Wallet tersebut mempunyai Bitcoin sebanyak 6.071,5 BTC alias senilai 178 Juta Dolar Amerika saat ini menurut Lookonchain. Jika perpindahan tersebut bermaksud untuk memindahkan ke exchange dan kemudian dijual, BTC bisa mengalami koreksi lanjutan. 

Berita Bitcoin: Siap-Siap, Tahun 2025 Diprediksi Bakal Jadi Ajang Unjuk ATH Baru Bagi Bitcoin

Analisis Harga Bitcoin

Kabar baiknya, saat ini terdapat dugaan bahwa perpindahan biaya tersebut terjadi untuk mengamankan Bitcoin saja dan bukan untuk menjual. 

Hal ini disebabkan terdapat berita beredar bahwa saat ini banyak pencuri dan peretas nan menjadikan wallet tua sebagai target. Jadi penanammodal tersebut memindahkan BTC nan dimiliki dari wallet tua demi menghindari peretasan dan pencurian. Hingga saat ini belum ada konfirmasi pasti mengenai tujuan perpindahan tersebut. 

Grafik Harian BTCUSD

Sayangnya sentimen negatif ini telah sukses membentuk kekhawatiran terhadap BTC lantaran harganya sudah turun drastis dan membuatnya keluar dari area konsolidasi beberapa hari terakhir untuk kemudian turun ke pemisah bawahnya. 

Jika Bitcoin terus bergerak turun melewati $28,400 ada kemungkinan harganya bakal lanjut turun dengan sasaran terburuk berada pada $26,000 hingga $25,000 dalam waktu dekat. 

Untuk lanjut kembali naik, BTC perlu melewati pemisah atasnya pada $29,400 nan jika ditembus dapat membawanya kembali ke $31,000 dalam jangka pendek. 

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber Informasi Cryptoharian
Informasi Cryptoharian